Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Juni 2011
Apakah kita akan berhenti?
Pada suatu saat di mana kita berhenti.
Memandang ke belakang.
Dan memberi salam.
(Mesra tapi sayu).
Masa lampau adalah seperti mimpi
Terlupa dan berat menarik ke belakang.
Terkadang kecewa.
Yang hilang, semua hilang.
Seperti Usus yang lenyap kelemasan.
Dan kecewa seperti Asvius yang patah hati.
Kamasakan, dan juga kenaifan.
Keberanian dan penghianatan.
Apakah kita bisa bicara tentang nilai-nilai?
Sebelum dewasa?
(Soe Hok Gie, 1961)
Minggu, 12 Juni 2011
Indescribable feeling.
ciuman pertama,
Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.
Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan, bab pertama dari suatu novel tentang manusia.
Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian- nyanyiannya.
Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai
singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.
Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.
Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan matra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.
Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.
Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan.-kahlil gibran-
jika engkau benar-benar menginginkanku jangan diulangi lagi sayang.... :)
